Mungkinkah aku hanya sebuah tong sampah bagimu? Apakah aku hanyalah tempat yang kau datangi saat kamu memiliki sampah? Temapt kamu membuang plastik-plastik yang tidak berguna? Hhh~ Tapi, baiklah aku memaafkanmu. Namun, setelah aku memaafkanmu apa yang kamu lakukan padaku? Kamu selalu saja menciba merebut "milikku", mengikutiku, menirukanku. Aku lelah, aku berusaha diam tak tahu apa-apa. Tapi, aku juga sakit, sedih. Apa yang aku inginan selalu kamu coba kuasai. Tidak bisakah kau melihat "tong sampah" ini berbahagia sedikit? Aku sudah berulang kali diabaikan. Aku sudah seringkali disakiti. Tadinya aku berfikir kamu yang terbaik, tapi...aku salah lagi... :( Pernah aku mengingatkanmu waktu itu, tapi mengapa malah kamu yang marah? Bukankah aku seharusnya yang marah? Sebenarnya siapa yang salah? Aku heran>
Kamu tahu mengapa aku tidak pernah melabrakmu? Karena kamu temanku, karena aku tidak mau memiliki musuh, dan karena aku memang begini. Aku terlalu sulit mengekspresikan apa yang aku rasakan, makannya aku diam. Biasanya setelah aku membentak atau memarahi seseorang, hatiku menjadi hancur, mengingat kamu pernah menjadi sebab tawa dan senyumku. Aku merasa bersalah. Mungkin karena aku memang baik hati *pede* jadi sampai sekarang aku membiarkanmu. Tapi, bukan berarti kamu bisa menindasku. Karena aku lebih percaya pada karma daripada balas dendam dan emosi. Biar waktu yang menentukan, biar waktu yang mengambil alih. Setiap pengorbanan akan menemukan keindahan tersendiri. percayalah^^
Untuk seseorang yang pernah menjadi sebab tawaku.
Untuk teman yang sempat mengabaikanku.
Untuk kamu yang memberiku banyak arti tentang teman.
0 comments:
Posting Komentar